Minggu, 06 Februari 2011

cerpen indah nya kebersamaan....


              INDAHNYA KEBERSAMAAN

Perkenalan tokoh
Septi : seru, asik, baik,hmm banyak yang suka sama septi karena yah, dari sifat dan kelaukannya yang unik.
Okta : memiliki sifat dingin dan jarang bersuara, tetapi dia seru, dan asik.
Dzulfikar : asik, seru,iseng,pokoknya nggak bisa diam dan suka bikin rencana-rencana licik.

***
Sejak awal aku tidak menginginkan dengan perpisahan. Karena perpisahan itu membuat aku merasa pisah dari sahabat-sahabat ku.
“wah, matahari nggak bersahabat nih sama gue” ucap septi yang sambil mengusap keringat.
“yaelah sep, kalo matahari bersahabat dunia hancur kali gak ada panas.”ucap okta
“ iya juga sih kenapa lo disini bukannya lo harusnya jalan-jalan “  ucap septi yang lagi kesakitan.
“ nggak kok, gue kesini Cuma mau ngeliat keadaan lo doang”  ucap okta
“owh, gue mau nanya sama lo, kenapa lo meduliin gua itu beda dari yang lain” ucap septi dengan perasaan yang entah gimana.
“hmmm.. engg..nggak kok biasa aja  karena loe sahabat gue yang paling gue sayang.” Ucap okta yang bingung dengan perkataannya tadi.
“ maksud lo??” ucap septi yang kebingungan
“ udah lupain aja oiya lo udah merasa sehatan belum?” ucap okta yang terputus dengan kehadiran tiara
“ hai sep, gimana  keadaan lo sekarang.” Ucap tiara
“ hai juga, gue udah sehatan kok.” Ucap septi sambil tersenyum
Hari hari septi dkk telah dilewati bersama-sama. Pada hari sabtu mereka memutuskan untuk jalan-jalan dan membikin sebuah kenangan.
Di taman….
“ duh, gila ya capek banget “ ucap zenny sambil mengeluh.
“yaelah, sama kayak gue. Kagak ada AC apa ya, panas banget nih”  ucap septi yang ikut mengeluh
“duh kalian sama bae, orang lo juga yg ngajakin jalan-jalan, emang sih panas banget”ucap Lusi yang ikut mengeluh dengan wajah yang sudah lelah.
“kenapa tuh muka loe bertiga kayak baju kusut kagak di gosok aja lo ya”ucap Reza, sambil mengotak-ngatik Hp-nya
“hah, gila, capek banget”ucap Lusi yang duduk di samping Reza.
“Byurrr… “ air tumpah yang sengaja di siram kearah septi.
“aaa …… Dzulfikar … Awas lo, bakalan gue bales lo… nih rasain. Byuurrr……”air balasan yang terjadi antara Septi dan Dzulfikar dan akhirnya air tumpah semua membasahi Okta dan Lusi.
“ups… I’m so sorry guys … hehehe ngga sengaja……”ucap Septi sambil cengengesan iseng.
“Septi…… sini lo”ucap Okta dan Lusi berbarengan
       Saat mereka pada asyik bercanda dan siram-siraman air. Semua terhenti karna hujan mulai turun.
“ekh semua main hujan-hujannan yuk.”ucap Dzulfikar.
“Ayo… yu lus… yu zen,”ucap Tiara yang dibelakangnya di ikuti oleh lusi, zenny, Reza & Okta.
“lo ngga ikut sep, ayo sini seru loh”ucap Lusi  sambil mengajak
“oke, siapa takut.”ucap Septi dengan semangat.
       Saat mereka semua asyik bermain hujan-hujannan, tak lama kemudian muncullah pelangi.
“Ekh, liat deh itu ada pelangi.”ucap Dzulfikar, sambil menunjuk kearah pelangi.
“Ekh, iya, wih keren banget tuh pelangi.”ucap Septi dkk.
“ya, pelangi selalu indah karena sebuah ketulusan yang hadir di setiap waktu.”ucap Septi sambil duduk di rerumputan.
       Keheningan yang terjadi membuat mereka merasa hening . tak lama kemudian..
“ya, gue juga bakal ngilangin moment terindah ini yah, walaupun temen-temen kita saat ini gak bisa ikut bersama kita.” Ucap lusi sambil merangkul pundak septi dan zenny.
“ya, gue gak bakal ngilangin ini semua apalagi moment ini tapi ada satu
Gua gak bakalan……” ucap dzulfikar yang dengan isengnya mengguyur mereka semua dengan air hujan.
“aaaa….. dzulfikar lo daritadi kenapa sih, nyiram gue mulu ngefans lo sama gue. “ ucap septi dengan wajah kesal.
“hahhahahahaha ngefans sama lo ikh najis dah, kagak ada guna gua ngefans sama lo. Hahahahaha muka lo lucu kalo lagi marah dan cembetut apalagi muka lo kesiram air bekas hujan.hahahhaha “ ucap dzulfikar dengan wajah iseng.
“apasih lo hih rasain….” Ucap septi sambil melempar sandal kearah dzulfikar.
“aww, sakit banget tau gila muka cakep kayak gue bisa hancur kena sendal lo ini” ucap dzulfikar sambil melempar balik sandal septi.
“sep, gue harap lo gak bakkal ngilangin moment hari ini sep, karena gue saying sama lo” ucap dzulfikar dalam hati.
Saat mereka semiua hening. Ada seseorang yang sedang menyendiri sambil tiduran di atas rerumputan.
“heh kenapa lo disini sendirian, kok gak ikut main bareng sih” Tanya septi ke seseorang itu.
“hmmm gue Cuma lagi mau sendirian aja dan gue mau menghirup udara segar dari rerumputan” ucap cowok itu.
“ta, gue Cuma mau nanya hih sama lo.”Tanya septi
“ hmm.. mau nanya apaan” ucap okta
“kenapa lo tuh nggak suka sama lusi?” Tanya septi
“hmm itu semua yang menentuin hati gue dan  rasa sayang gue Cuma buat satu orang.” Ucap okta sambil menatap kea rah septi.
“kalau gue boleh jujur tentang perasaan gue sendiri guelebih nyaman sama lo karena gue sayang sama lo septi.” Ucap okta dengan suara pelan
Tidak lama setelah atau mengucapkan kata itu dan belum sempat septi menjawab. Dzulfikar menghampiri okta.
“brukkk pukulan dzulfikar mendadak di pipi okta.
“eitsss, maksud lo apaaan nih, main pukul gue segala “ ucap okta yang tak tak apa apa
“ lo tadi barusan habis bilang kan kalo lo sayang sama septi apaan maksud lo itu? “ ucap dzulfikar
“ oh itu ya emang bener gue sayang sama dia dan lo, lo bukan siapa-siapa septi.” Ucap okta dengan kesal
“wooiii kenapa sih lo berdua berkelahi lo dzulfikar kenapa sikap lo kayak anak kecil sih.” Ucap septi sambil memegang tangan okta dan berusaha memisahkan.
Tanpa memperdulikan septi okta dan dzulfikar tetap melanjutkan perkelahiannya. Reza berusaha melerai mereka sedangkan lusi,zenny,tiara menenangkan septi tanpa di sadari pukulan dari okta jatuh dan mendarat di muka septi yang berusaha melerainya.
“sep..sep..sep bangun sep, maafin gue sep gue salah gak seharusnya gue egois sama perasaan ini sep.” ucap dzulfikar yang disamping septi.
Sementara dzulfikar menemani septi lusi dkk menunggu di luar dan berusaha menenangkan okta.
“ta, udah lo nggak boleh salahin diri lo juga walaupun lo sayang sama septi.” Ucap lusi
“tapi gue yang salah kenapa perasaan ini mesti hadir di hati gue sih.” Ucap
“nggak kok nggak ada yang salah sama sekali tentang perasaan maaf juga kalo gue jadi perusak suasana “ ucap septi yang berjalan menghampiri okta
Tanpa okta berkata satupun semua merasa hening seketika dan okta memeluk septi. Walaupun tanpa okta sadari di sebelah septi ada dzulfikar.
“gue bingung sep,,sama perasaan gue sendiri. Gue bingung harus bilang apa sama perasaan gue saat ini tapi gue senang kok loe bahagia tanpa gue hadir di hidup loe.” Ucap okta yang memeluk septi.   “perasaan loe ngga salah kok malah gue seneng loe bisa anggap gue orang yang loe sayang tapi gue mau kita jadi sahabat aja dan gue juga ngga mau merusak persahabatan kita ini.” Ucap septi sambil tersenyum dan melihat ke pandangan dzulfikar.
“dzul, gue minta maaf ya yang tadi. Loe mau kan maafin gue……” ucap okta sambil mengacungkan jari kelingkingnya ke dzulfikar. “oke… oke gue maafin loe kok,, gue juga minta maaf ya tadi gue ke bawa emosi.” Ucap dzulfikar.
“....” dzulfikar dan okta yang sedang merencanakan seseuatu dan tanpa di sadari oleh septi,,dzulfikar dan okta sudah siap dengan air yang mereka bawa.
BYYUUUURRRR…….
“AAAA ….. panjul okta. Sialan loe berdua sini  loe kalian ngga bakal gue maafin …. Awas aja loe kalo kena bakal gue jadiin udang rebus loe..” ucap septi dengan kesal.

       Terima kasih tuhan, walaupun hari ini di waktu ini dan di tempat ini kami bisa melepas kerinduan. Terima kasih sahabat atas kebersamaaan yang kalian berikan saat ini karena kalian tak akan bisa di gantikan oleh apapun. Walaupun hati ini terasa perih atas perpisahan tetapi indahnya kebersamaan saat ini takkan mampu di balas dan satu lagi tetaplah selalu bersama atas senmua waktu yang terjadi hari ini, esok, dan seterusnya.



Created by : Septi putri.S.










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar